5 Judul Film Semi Korea

Posted on

Negara ginseng alias korea menjadi sangat populer akhir-akhir ini. Semua kiblat di Indonesia melihat korea, mulai dari gaya busana, musik (kpop), peliharaan, bahkan sampai drama korea jadi booming di kalangan ibu-ibu. Beragam film dari korea yang juga menjadi favorit di Indonesia. Tidak hanya drama saja yang bagus asal dari korea, namun korea sendiri juga ternyata memiliki film semi.

Film semi bukanlah film porno lho ya, yang penuh dengan adegan vulgar. Namun film semi disini, film yang di bumbui oleh adegan-adegan erotis yang disisipkan guna memperkuat jalan ceritanya. Pada dasarnya film semi sendiri memiliki jalan cerita yang berbobot dan enak untuk dinikmati.

5 Judul Film Semi Korea

Film semi korea tidak hanya menampilkan keindahan tubuh dari pemain wanitanya atau keberanian para aktor dan aktrisnya dalam beradegan panas dalam film, namun jalan cerita yang dibagun dalam film semi ini bukan kaleng-kaleng. Bahkan ada beberapa penghargaan bergengsi dalam perfilman yang berhasil diraih oleh film semi ini.

Berdasarkan rangkuman yang diperoleh dari situs Sons-IT News, berikut 5 judul film semi korea yang memiliki kisah menarik dan erotis yang layak untuk dinikmati.

A Muse

Judul film semi korea yang pertama ini adalah a muse atau di korea lebih dikenal dengan eungyo. Film ini dipasarkan pada tahun 2012, namun menimbulkan banyak kontroversial. Nah, salah satu pemeran dalam film ini adalah Kim Go Eun yang berperan sebagai ji eun tak pada serial goblin dan masih berusia 21 tahun.

Film ini mengisahkan tentang seorang penulis tua yang telah berusia 70 tahun dengan nama Lee Juk Yo dan jatuh cinta terhadap seorang gadis SMA yang masih berusia 17 tahun bernama Han Eun Gyo. Eun-Gyo sendiri memiliki kepribadian yang ceria namun hangat serta sedikit nakal. Hal inilah yang menarik perhatian Juk Yo. Nah singkat cerita, Hasrat laki-laki dari penulis tua ini akhirnya bangkit kembali oleh karena Eun-Gyo.

Namun, menyadari jika dirinya telah tua renta dan tidak mungkin untuk mengencani Eun Gyo, akhirnya Juk-Yo hanya dapat berimajinasi hasratnya pada tulisan yang memiliki judul Eun-Gyo. Meski tidak muda lagi, Kim Go Eun sendiri tampil dengan apik dan penuh totalitas. Bahkan saking totalitasnya dalam berakting, Go Eun rela mempertontonkan payudaranya. Kim Go Eun akhirnya berhasil membawa pulang penghargaan sebagai artis pendatang terbaik pada Blue Dragon Award yang ke 33, meskipun perannya sempat menuai banyak kecaman

Obsessed

Film semi korea berikutnya adalah Obsessed yang layak kamu jadikan pilihan. Film semi ini di produseri oleh Kim Dae Woo dan menyabet Grand Bell Award for Best New Actress.

Film semi ini berlatar belakang pada musim panas tahun 1969, yang mengisahkan Kolonel Kim Jin Pyeong yang kembali ke Korea Selatan usai menjalankan tugas di Vietnam. Ia menderita gangguan post Traumatic sehingga akhirnya terjebak pada sebuah hubungan pernikahan tanpa cinta dengan Soo Jin yang sangat menginginkan anak.

Akan tetapi, semuanya berubah ketika ada tetangga baru yang datang dan membuat hidupnya lebih berwarna. Tetangga baru ini seorang wanita keturunan China Korea yang merupakan istri kapten Kyung Woo Jin bernama Jong Ga Heun. Akhirnya terjadilah hubungan cinta terlarang antara kedua insan yang dimabuk asmara ini.

Green Chair

Berikutnya judul film semi korea yang dapat kamu tonton adalah Green Chair yang di rilis sekitar tahun 2006. Mengisahkan tentang wanita dan lelaki yang terpaut usia cukup jauh, seperti pada film sebelumnya. Film semi korea ini mengisahkan tentang kehidupan janda berusia 32 tahun bernama Kim Mun Hee yang sempat ditangkap oleh polisi karena berhubungan intim dengan anak dibawah umur bernama Seo Hyun.

Seo Hyun sendiri masih berusia 19 tahun kala berhubungan badan dengan Kim Mun-hee. Sedangkan di korea, apabila berhubungan seksual sebelum usia 20 tahun, dianggap melanggar dan harus menjalani tahanan selama beberapa hari dan menjalani hukuman 100 jam kerja sosial.

Ketika Mun Hee bebas, Seo Hyun menjemputnya dan mereka berdua pergi tanpa memiliki tujuan dan berakhir pada sebuah hotel kecil. Kedua pasangan sangat bahagia dan menghabiskan waktu siang dan malam di hotel tersebut selama lima hari. Namun, suatu hari Mun Hee tiba-tiba mengalami perubahan emosi yang ekstrim oleh karena menyadari hubungan mereka tidak mungkin bertahan selamanya dan akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada Seo Hyun.

Parasite (2019)

Film ini cukup terkenal pada saat itu dan banyak memenangkan penghargaan dalam ajang piala Oscar yang dihelat tahun 2020. Film semi ini berjudul parasite yang diperankan oleh Cho Yeo Jeong sebagai Ny. Park seorag sosialita yang naif.

Kisah yang diangkat dalam film parasite ini tentang keluarga miskin yang berhasil menipu keluarga kaya untuk dapat menikmati kemewahan pada keluarga kaya tersebut. Film semi korea ini menggambarkan dua sisi kehidupan sosial yang sangat jauh berbeda. Cho Yeo Jeong ini sempat melakukan adegan ranjang, namun tidak banyak yang tahu, sebab ketika tayang di bioskop tanah air, adegan tersebut terkena gunting sensor film.

Dalam film ini Cho beradu akting dengan Lee Sun Kyun yang berperan sebagai suaminya, dan bercinta diatas sofa. Adegan ini memang ada bukan bertujuan vulgar, namun adegan ini justru memperkuat jalan ceritanya. Sang sutradara Bong Joon Ho mengatakan bahwa ada suatu pesan yang mendalam serta tersirat pada adegan tersebut.

Scarlet Innocence

Judul film semi terakhir adalah Scarlet Innocence yang dibintangi aktor terkenal Jung Woo Sung dan penuh obsesi balas dendam. Plot cerita film ini berkisah tentang seorang profesor sastra bernama Shim Hak Kyu yang terjerat pada sebuah skandal seks yang menyebabkan ia harus pindah dari seol untuk mengajar pada sebuah kota kecil. Dikarenakan kasus ini, sang istri akhirnya mengalami depresi dan tinggal bersama putri kecilnya bernama Cheong Yi.

Ketika sampai pada kota kecil tersebut, Hak-kyu bertemu dengan Deok-yi seorang wanita muda yang polos dan bekerja pada taman bermain tua. Singkat cerita, kedua insan ini akhirnya menjalin hubungan terlarang sehingga menjadi bahan omongan dalam masyarakat. Akan tetapi, ibu deok-yi sendiri tidak mengetahui gosip yang menyebar dalam masyarakat tersebut karena tuli.

Kemudian sebuah masalah baru muncul, Hak-kyu dihadapkan pada pilihan untuk membersihkan namanya atau tinggal di kota tersebut. Akhirnya Hak-kyu memilih membersihkan namanya melalui bantuan temannya Dong-woo dan meninggalkan Deok-yi dengan situasi tak terbayangkan. Delapan tahun kemudian, Hak-kyu akhirnya berhasil menjadi seorang penulis terkenal. Namun, gaya hidup Hak-kyu benar-benar tidak sehat dengan merokok, minum-minuman keras, candu yang akhirnya menyebabkan kehilangan penglihatannya.

Hubungan Hak-kyu dengan sang putri sendiri tidak akur sebab sang anak menyalahkan Hak-kyu yang menyebabkan ibu dari anaknya itu bunuh diri. Nah, saat itulah Deok-yi muncul kembali dalam kehidupan Hak-Kyu dengan memakai identitas baru sehingga Hak-kyu tidak menyadari bahwa Deok-yi datang untuk membalas dendam. Dari film semi inilah, Esom berhasil membawa pulang piala Aktris Baru terbaik pada acara Director’s Cut Awards 2015.